Gagal Dapat Kerja Karena Tidak Punya Kebiasaan Ini

Aku baru menyadari soal kerapihan menyimpan "karya" atau biasa disebut portofolio itu penting buat mencari pekerjaan.

Kemarin, aku sempat ditawari sebuah pekerjaan oleh teman lama di kampus dulu, menulis web. Tentu dia tahu, lima tahun lalu aku pernah menulis artikel mengkritik soal sistem kredit poin keaktifan mahasiswa yang terlalu tinggi untuk daftar seminar proposal (sempro). Meskipun tulisan itu adalah tulisan perdana setelah bergabung dengan UKM Pers Mahasiswa kala itu di kampus, tapi bisa booming juga. Wkwkwk. Setelah itu, beberapa tulisanku tidak terbit lagi karena berbagai alasan.

Sebelumnya aku tidak pernah tahu cara menulis yang benar. Otakku berjalan begitu ruwet dan tidak terstruktur sama sekali. Mengemukakan pendapat saja kesannya muter-muter. Baru setelah mendapat pelajaran menulis di UKM, aku bisa menerapkannya untuk sekadar mengemukakan pendapat di medsos. Apalagi kala itu sudah tidak begitu aktif di UKM dan mulai beralih menulis skripsi 😭

Sembari menulis skripsi yang lamanya hampir dua tahun itu, aku menulis di Facebook. Aku tidak ingat apa saja persisnya, intinya sekitar apa saja yang bikin aku resah ketika itu. Mulai dari perjuangan menyelesaikan skripsi, hubungan percintaan, hingga tipis-tipis menulis soal keadaan politik dan isu-isu sosial.

Pasca lulus, aku mulai bermigrasi ke Instagram dan Twitter. Pada waktu itu aku memiliki kegemaran baru, yaitu menyukai K-Pop. Bergabunglah aku di kedua platform tersebut untuk mengekspresikan kecintaanku pada salah satu grup Kpop, NCT.

Awalnya, aku sangat tergiur untuk menulis di Twitter karena fitur thread. Aku pikir lucu juga menulis sedikit-sedikit tapi panjang. Kemudian ketika tahu "efek samping"nya, aku mengurungkan diri. Apalagi jika menulis opini tentang Kpop, wah bisa habis diserang netizen Kpop twitter yang masih pada bocil itu. Wkwkwk. Diserang iya, diskusi enggak.

Kemudian, aku mencari platform lain untuk menulis soal kegemaranku ini. Instagram sejauh ini sangat membantu. Bahkan aku punya dua akun untuk menyalurkan hasrat menulis soal idola. Satu akun pribadi, kebanyakan untuk tulisan-tulisan dalam bahasa inggris dan satu akun fanbase, karena aku jadi salah satu admin disana.

Untuk platform penyalur keresahan sehari-hari, aku lebih cocok menggunakan WA story. Karena lebih mudah dan yang lihat ya orang itu-itu saja. Jadi merasa lebih bebas ngomongin apapun. Namun, kekurangannya adalah tulisan-tulisan tersebut tidak bisa disimpan begitu saja. Harus di copy-paste terlebih dahulu atau bisa juga di screen capture yang keduanya tentu sangat merepotkan. Padahal sering juga aku me-review film dan beropini terhadap isu-isu terhangat pada saat itu di fitur WA tersebut.

Ketika temanku yang menawari pekerjaan ini meminta bukti artikel yang pernah aku tulis, aku hanya bisa galau. Sepertinya aku bakal kehilangan kesempatan pekerjaan ini karena tidak bisa melampirkan artikel terbaru yang pernah aku tulis. Sambil mengambil pelajaran bahwa, kalau nulis ya disimpan. Sejelek apapun tulisannya, tetap itu karya kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Kimia Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi

Hello, blog!

Cinderella's new version :p